Mari Belajar Bahasa Indonesia

semester1

Sumber Buku : AKTIF

Menyimak

Tambahan Rangkuman Guru

Menyimak adalah proses mendengarkan lambang-lambang lisan dengan perhatian, pemahaman, apresiasi dan imprestasi untuk memperoleh isi/ pesan serta memahaminya.

  • hal-hal yang perlu diperhatikan dalam hal menyimak
  1. Intonasi adalah naik turunnya lagu kalimat berfungsi sebagai bentuk makna. Dalam ragam bahasa tulis intonasi di wakili oleh tanda baca (.),(?),(!).
  2. Jeda adalah Perhatian sementara kalimat. Dalam ragam bahasa tulis biasa ditandai dengan tanda (,),(.),(:).
  3. lafal adalah cara seseorang dalam mengucapkan bunyi bahasa adapaun yang dimaksud dengan bunyi bahasa yang disebut: vokal, konsonan, dan gabungan konsonan.
  4. Tekanan/ nada adalah tinggi rendahnya pengucapan suatu nada berfungsi untuk memberikan tekanan khusus pada kata-kata tertentu.

    Tekanan dibagi menjadi 3 yaitu:

    1. Tekanan nada adalah tekanan irama yang menyertai tuturan / ucapan
    2. Tekanan dinamik
      • Tekanan dinamik silabis adalah tekanan keras pada suku kata yang tidak menimbulkan perbedaan arti
      • Tekanan dinamik kata adalah tekanan keras pada kata atau kelompok kata dalam kalimat yang berfungsi untuk membedakan arti.
    3. Tekanan tempo adalah tekanan yang diberikan pada saat mnyelesaikan ujaran hal ini digunakan untuk mengucapkan / menyatakan panjang pendek suku kata.

    Pada saat anda menyimak anda perlu tau cirri-ciri bahasa secara selektif seperti:

    1. nada suara
    2. bunyi-bunyi yang bersamaan
    3. bunyi-bunyi asing
    4. kata-kata/ flase
    5. bentuk tata bahasaan

    Tujuan menyimak adalah:

    • memperoleh informasi
    • mengumpulkan data untuk membuat keputusan
    • untuk mendapatkan respon yang tepat

    Menurut Modul:

    Lafal adalah cara seseorang atau sekumpulan orang mengucapkan bunyi. Lafal setiap bahasa berbeda-beda. Biasanya, setiap orang terbiasa dengan lafal dalam bahasa yang ia gunakan sehari-hari

    Tekanan adalah suatu jenis suprasegmental yang ditandai oleh keras lunaknya arus ujaran. Bahasa diwujudkan dalam kalimat.Kalimat-kalimat terdiri atas unsure segmental dan suprasegmental. Unsur segmental berupa rentetan bunyi yang membentuk satuan-satuan

    semester2

    Sumber buku : MENTARI (Meraih Prestasi Untuk Mandiri)

    Memperbaiki Lafal Bahasa Indonesia

    Saat berkomunikasi secara lisan, kita harus bisa menyampaikan maksud gagasan, pendapat, dan yang lainnya dengan jelas dan tepat. untuk itu kita harus mengucapkan kata-kata atau kalimat dengan lafal, tekanan, jeda dan intonasi dengan tepat. Lafal adalah cara seseorang atau sekelompok orang dalam mengucapkan bunyi bahasa. yang meliputi bunyi bahasa diantaranya : vokal, konsonan, dan gabungan konsonan.Tekanan atau nada adalah tinggi rendahnya pengucapan suatu kata. Nada berfungsi sebagai pemberi tekanan khusus pada kata-kata tertentu. Tinggi rendahnya suatu nada dapat membedakan bagian kalimat suatu dengan bagian kalimat satu dengan bagian kalimat lainnya yang tidak penting. Contoh : Adik/ saya/sakit keras dirumah>> artinya: saya memberi tahu adik kalau saya sedang sakit keras dirumah. Intonasi adalah naik-turunnya lagu kalimat. Intonasi berfungsi sebagai pembentuk makna kalimat. Dalam ragam bahasa tulis, intonasi diwakili oleh tanda baca: koma (.) Tanda tanya (?) dan Tanda Seru (!). Jeda adalah perhentian lagu kalimat. Dalam ragam bahasa tertulis, jeda ditandai oleh tanda: koma (,) titik koma (;) titik dua (:) tanda titik (.) tanda tanya (?) serta tanda seru (!). Contoh : kawasan kota lumajang, malam ini, padat dikunjungi orang untuk melihat perayaan kembang api tahun baru.

    Megidentifikasi Kalimat Yang tidak Komunikatif

    Menggunakan kata, bentuk kata, dan ungkapan, sesuai dengan tuntutan situasi komunikasi, secara tepat, menarik, dan kreatif dalam berbicara memerlukan pelatihan yang intensif.

    Agar dapat berkomunikasi dengan baik ikuti langkah berikut :

    • Sering berkomunikasi lisan atau tulisan baik formal maupun informal
    • Membaca buku, majalah, surat kabar ( menambah wawasan, memperkaya perbendaharaan kata )
    • Menggunakan kata-kata yang bervariasi

    Berbahasa tidak resmi merupakan bahasa yang tidak sesuai dengan ketentuan dengan kaidah bahsa Indonesia.

    Bahasa ini biasanya digunakan pada saat pertemuan keluarga / dengan teman.

    Ciri-ciri bahasa tidak resmi yaitu :

    1. Struktur bahasa Indonesia yang salah
    2. Pengunaan bahasanya berasal dari daerah
    3. Pemakaian kalimat yang disingkat/ tidak lengkap.

    Memilih Fakta dan Opini dengan Menggunakan Teknik Membuat catatan

    Informasi adalah penerangan, keterangan, atau permberitahuan. Informasi dapat juga disebut dengan kabar berita. Biasanya informasi bisa kita peroleh di surat kabar, internet, dan media televisi. Didalam informasi ada dua kategori yang penting yang harus kita ketahuai yaitu Fakta dan Opini.

    Pengertian fakta dan opini :

    Fakta adalah sesuatu / hal yang terjadi sesuai dengan keadaan sebenarnya atau nyata dan dapat dibuktukan.

    Opini adalah sesuatu yang kebenarnya masih diragukan atau berupa pendapat saja.

    Menyusun karangan sesuai dengan pilihan jenis karangan tertentu

    Hal-hal yang perlu dilakukan dalam membuat kerangka karangan adalah:

    1. Menentukan tema atau topik

    Yaitu : menentukan hal yang ingin ditulis, selanjutnya memerinci tema karngan menjadi pokok-pokok pikiran yang lebih khusus.

    1. Menentukan Tujuan

    Yaitu menetapkan tema dan menyusun topic karngan, dan merumuskan tujuan. Tujuan karangan merupak maksud penulis atau pengarang dalam mengarang. Tujuan berkaitan dengan bentuk karngan yang akan dibuat.

    1. Menentukan Judul

    Judul didalam sebuah karangan merupakan unsur yang penting. Kita menentukan judul, diusahkan judul karangan bisa dibaca, dan mudah untuk diingat.

    Agar mudah dalam membuat karangan, sebaiknya kita menyusun kerangka karangan dulu.

    Ada tiga cara dalam membuat kerangka karangan :

    • Menentukan tema atau topik karangan
    • Merumuskan pikiran utama atau kalimat utama
    • Menyusun garis besar pikiran utama/ ide pokok.

    Agar dapat mengembangkan kerangka karngan antara lain dengan mengumpulkan bahan-bahan,mengadakan penelitian dengan cara mengadakan penelitian lapangan dan penelitian pustaka atau buku-buku bukan hanya itu pengetahuan dan pengalamanpun juga ikut mendukung suksesnya karangan tersebut, selain itu agar karangan yang kita buat menjadi paragraf yang utuh dan padu serta dapat menghubungkan paragraf yang satu dengan yang lainnya secara logis.

    Paragraf adalah bagian karangan, biasanya mengandung ide pokok dan merupakan satu kesatuan antar kalimat, paragraf dapat berasal dari bab maupun kesatuan berupa sebuah karngan yang lengkap. Dengan kata lain harus ada perkembangan dan perpaduan yang baik antara paragraf yang satu dengan paragraph yang lain.

    Menghubungkan paragraph yang satu dengan yang lain secara logis yang memperhatikan:

    1) perkembangan gagasan utama pada paragraph sebelumnya harus jelas. Dengan demikian paragraf selanjutnya disusun berkesinambungan atau dikembangkan selaras dengan paragraf sebelumnya.
    Menurut isinya paragraph dapat dikembangkan berdasarkan pola:
    a. hubungan analogi
    b. hubungan sebab akibat
    c. induksi
    d. deduksi
    2) perpaduan adanya perpaduan atau keterkaitan antar paragraf
    3) repetisi kata –kata kunci
    4) kata ganti
    5) transisi

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: